D'Coffee adalah salah satu pemerhati Kopi Indonesia. Sebagi langkah awal yang dilakukan oleh tim D'Coffee adalah mengumpulkan berita, artikel dan hasil penelitian yang dikumpulkan dalam satu Blog/Web untuk menjadi basis data Perkopian Nusantara. Anda dapat berkonstribusi dengan menghubungi tim kami.
Kopi adalah bahasa tersendiri, demikian aktor Jackie Chan pernah berkata. Mungkin, kalimat Chan tidak ada unsur ilmiah. Tapi, penelitian ilmiah mendukung apa yang diucapkannya.
Banyak penelitian telah memelajari efek minuman terhadap kesehatan fisik seperti kanker, jantung atau diabetes. Kopi, bukan hanya mengandung antioksidan yang bagus untuk tubuh, tapi juga punya manfaat untuk kesehatan mental, menurut Vinita Mehta Ph.D., Ed.M., psikolog klinis di Washington D.C.
Berikut tiga manfaat minum kopi bagi psikologis kita.
Menariknya, hal yang sama tidak terjadi pada pada kemampuan memroses kata-kata netral atau negatif. Para peneliti menduga, mungkin ini terjadi karena kemampuan kafein membangkitkan neurotransmiter dopamin. Dopamin adalah hormon yang dikenal sebagai hormon kesenangan atau hormon pengatur rasa senang.
Riset mengatakan, bagian otak yang disebut insula lah yang berperan dalam mengeratkan hubungan antara sentuhan hangat dengan kemampuan menjalin hubungan baik. Berdasarkan studi ini, ada peneliti yang merasa penasaran, apakah ada hubungannya antara bersentuhan dengan benda panas/dingin dengan kemampuan seseorang berempati kepada orang lain.
Kemudian, peneliti merekrut beberapa relawan. Relawan-relawan itu diminta naik lift bersama peneliti sambil memegang secangkir kopi. Ada yang memegang kopi panas/hangat, ada yang memegang es kopi. Sementara peneliti menuliskan beberapa informasi yang dilihatnya.
Tak lama setelah itu, peserta diminta untuk membaca deskripsi mengenai orang asing dan diminta untuk mengevaluasi kepribadian orang asing tersebut. Peneliti menemukan, rata-rata relawan yang memegang secangkir kopi panas menilai orang asing sebagai orang yang memiliki kepribadian yang baik dan karenanya mereka juga bersedia bersikap murah hati.
Penilaian ini bertentangan dengan penilaian yang diberikan oleh relawan yang memegang kopi dingin. Temuan ini, sekali lagi, menegaskan gagasan yang menyatakan bahwa ada keterkaitan erat antara kehangatan fisik dengan kehangatan emosional.
Hasilnya, para peserta penelitian berkata bahwa kopi terasa lebih intens ketika diminum dari cangkir putih, dan terasa paling kurang intens jika diminum dari cangkir transparan.
Kopi juga terasa paling tidak manis jika ditempatkan di cangkir putih dan paling terasa manis jika diminum dari cangkir biru. Para peneliti menegaskan, bahwa kekontrasan warna antara kopi dengan warna cangkir, mungkin memengaruhi intensitas dan manisnya kopi yang dirasakan para relawan.
Kopi yang berwarna hitam paling kontras dengan cangkir berwarna putih. Karena itulah, jika ditempatkan di wadah putih, kopi terasa paling intens dan kurang manis.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Begini Cara Kopi Pengaruhi Mental Anda", .
![]() |
| Ilustrasi kopi dan hati(amenic181) Sumber Google |
Banyak penelitian telah memelajari efek minuman terhadap kesehatan fisik seperti kanker, jantung atau diabetes. Kopi, bukan hanya mengandung antioksidan yang bagus untuk tubuh, tapi juga punya manfaat untuk kesehatan mental, menurut Vinita Mehta Ph.D., Ed.M., psikolog klinis di Washington D.C.
Berikut tiga manfaat minum kopi bagi psikologis kita.
- Membuat kita lebih fokus pada hal positif
Menariknya, hal yang sama tidak terjadi pada pada kemampuan memroses kata-kata netral atau negatif. Para peneliti menduga, mungkin ini terjadi karena kemampuan kafein membangkitkan neurotransmiter dopamin. Dopamin adalah hormon yang dikenal sebagai hormon kesenangan atau hormon pengatur rasa senang.
- Secangkir kopi panas meningkatkan kepedulian kita pada orang lain
Riset mengatakan, bagian otak yang disebut insula lah yang berperan dalam mengeratkan hubungan antara sentuhan hangat dengan kemampuan menjalin hubungan baik. Berdasarkan studi ini, ada peneliti yang merasa penasaran, apakah ada hubungannya antara bersentuhan dengan benda panas/dingin dengan kemampuan seseorang berempati kepada orang lain.
Kemudian, peneliti merekrut beberapa relawan. Relawan-relawan itu diminta naik lift bersama peneliti sambil memegang secangkir kopi. Ada yang memegang kopi panas/hangat, ada yang memegang es kopi. Sementara peneliti menuliskan beberapa informasi yang dilihatnya.
Tak lama setelah itu, peserta diminta untuk membaca deskripsi mengenai orang asing dan diminta untuk mengevaluasi kepribadian orang asing tersebut. Peneliti menemukan, rata-rata relawan yang memegang secangkir kopi panas menilai orang asing sebagai orang yang memiliki kepribadian yang baik dan karenanya mereka juga bersedia bersikap murah hati.
Penilaian ini bertentangan dengan penilaian yang diberikan oleh relawan yang memegang kopi dingin. Temuan ini, sekali lagi, menegaskan gagasan yang menyatakan bahwa ada keterkaitan erat antara kehangatan fisik dengan kehangatan emosional.
- Rasanya berbeda, tergantung pada warna cangkirnya
Hasilnya, para peserta penelitian berkata bahwa kopi terasa lebih intens ketika diminum dari cangkir putih, dan terasa paling kurang intens jika diminum dari cangkir transparan.
Kopi juga terasa paling tidak manis jika ditempatkan di cangkir putih dan paling terasa manis jika diminum dari cangkir biru. Para peneliti menegaskan, bahwa kekontrasan warna antara kopi dengan warna cangkir, mungkin memengaruhi intensitas dan manisnya kopi yang dirasakan para relawan.
Kopi yang berwarna hitam paling kontras dengan cangkir berwarna putih. Karena itulah, jika ditempatkan di wadah putih, kopi terasa paling intens dan kurang manis.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Begini Cara Kopi Pengaruhi Mental Anda", .

No comments:
Post a Comment